Sebagian orang menganggap bahwa sampah adalah suatu barang yang sangat tidak berguna. Benda-benda tersebut tidak dapat lagi dimanfaatkan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sampah adalah barang bekas yang hanya menimbulkan masalah bagi manusia, seperti banjir, penyakit dan bau tidak sedap.
Namun, anggapan tersebut tidak berlaku lagi sekarang. Sampah yang belum memiliki nilai ekonomis kini disulap menjadi benda yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa! Dengan kreatifitas dan rasa cinta lingkungan yang dimiliki orang-orang masa kini, menimbulkan satu terobosan baru dalam berbisnis. Mereka dapat berbisnis dengan modal minimum dan menghasilkan income yang maksimum. Pemikiran untuk me-REUSE sampah tersebut muncul saat orang-orang tersebut benar-benar sadar bahwa sampah yang dihasilkan manusia setiap hari tidak semuanya dapat terurai. Terutama sampah-sampah plastik, butuh waktu ribuan tahun untuk menguraikannya. Oleh karena itu, mereka berupaya agar sampah-sampah tersebut tidak dibuang, melainkan digunakan kembali sebagai suatu barang yang bermanfaat bagi manusia.
Alhasil, muncullah berbagai jenis produk yang berbahan dasar sampah plastik, seperti tas, taplak meja, tempat pensil, stofmap, penutup TV, rompi dan tempat HP. Barang-barang tersebut terbuat dari bungkus-bungkus produk, seperti bungkus Mie Instant, detergen, bungkus minyak bahkan bungkus permen. Sekilas, benda-benda tersebut tampak biasa-biasa saja, namun harganya jauh lebih mahal dibandingkan barang-barang yang tidak berasal dari sampah. Hal ini disebabkan, pada benda-benda olahan sampah tersebut, terkandung nilai seni dan cinta lingkungan yang tinggi. Dan satu hal, barang-barang tersebut adalah barang yang unik, yang jarang dimiliki banyak orang, sehingga membuat orang mau membelinya dengan harga tinggi agar memiliki perbedaan dengan orang lain. Kenyataan ini membuat banyak orang tergugah untuk menggantungkan hidupnya pada sampah.
Cara di atas merupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam mengolah sampah plastik, yaitu prinsip REUSE. Prinsip ini mengandung arti yaitu pengolahan sampah dengan menggunakan kembali barang yang telah digunakan tanpa mengubah bentuk aslinya. Prinsip lain adalah Reduce, yaitu mengurangi pemakaian barang-barang yang dapat menambah volume sampah. Contohnya, penggunaan tas keranjang saat berbelanja. Dengan menggunakan tas keranjang, dapat mengurangi volume sampah plastik. Selain kedua prinsip di atas, masih ada prinsip lain, yaitu Recycle, artinya penggunaan kembali barang-barang yang telah digunakan dengan mengubah bentuk aslinya. Contohnya, membuat pupuk kompos dari sampah organik. 3 prinsip di atas adalah prinsip umum dalam mengelola sampah. Masih ada 2 prinsip tambahan yang juga dapat digunakan untuk mengolah sampah, yaitu Reform dan Revalue. Reform adalah suatu upaya untuk membentuk kembali barang yang telah digunakan. Contohnya, membuat vas bunga dari gelas air mineral. Sedangkan revalue adalah memberikan nilai kembali pada barang yang memiliki nilai rendah. Contohnya, memberi hiasan pada sebatang pensil.
Uraian di atas hanyalah sebatas kalimat mengenai lingkungan. Kalimat-kalimat tersebut tidak akan berguna bila kita tidak mengaplikasikannya langsung sebagai bukti nyata rasa cinta lingkungan kita. Ingat, bertindak sekarang sejahtera hari esok.

